Kisah Perjalanan: Tas Koper yang Rusak


Jejakcantik.com- Habis menikmati pemandian air panas dari alam itu, tubuh beneran terasa segar. Meskipun, habis berendam harus jalan kaki juga menuju atas. Naik angkutan kota, plus begitu sampai di kota, disambut hujan. Apakah ada kejadian yang mengejutkan lagi? Quotes of the day, “Tidak semuanya indah, tetapi semuanya indah untuk dikenang.” – Citra Pandiangan.

 

Jujur, Jejak Cantik baru pertama kali merasakan sensasi mandi air panas di alam. Belum pernah sebelumnya. Seru dan menyegarkan! Liburan di Bandung itu, memang unik dan indah alamnya.  Walaupun, demikian setiap kisah perjalanan seseorang pasti berbeda. Ini adalah kisah perjalanan Jejak Cantik seorang diri untuk PERTAMA KALINYA dalam hidupku.

 

Perjuangan yang Keras

Pulang ke rumah dengan perasaan yang terpuaskan, perjalanan yang melelahkan dan panjang berakhir sudah. Senyuman terus menghias wajah hingga akhirnya senyuman itu lenyap. Karena Ah…. Nooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo koperku tidak bisa dibuka?

 

What happened? Damn it, the passwords already correct!!! Lelah, pegel, capek, lengket. Karena seharian berjalan dan “bergumul” dalam angkutan yang berbagai macam bau-bauan tentunya badan ingin disegarkan, tetapi…. Kenapa oh kenapa, hatiku sedih dan hancur, capek dan kesel.

 

Rasanya pengen marah, tetatpi pada siapa? Pada rumput yang bergoyang? Tetapi aku tidak melihat rumput yang bergoyang? So, pulpen sampai patah untuk mencoba mencongkel resleting koper tanpa membuatnya rusak. Uh, tak berhasil juga. Badan semakin keringatan, kalau udah keringatan tuh bawaannya pengen mandi, kalau hasrat ini tidak terpenuhi bakal ada badai yang membara di dalam hati. Alias uring-uringan, marah, tetap saja tidak mau terbuka!!!

 

Berdoa dan kembali memastikan code koper BENAR, tetap saja kagak mau terbuka. Apes benar neh hidupku!!! I hate if everything messy and if that is not my fault. So, coba mencari ribuan akal, ah terlintas bongkar dengan xxxx (maaf sensor dulu ah). Tuk tuk tuk ke lantai satu, yuk tebak apa yang aku ambil? Pisau? Pisau untuk bunuh diri? Oh no, tega amat sih, lo berharap aku give up hanya tidak bisa membuka koper. Tentu saja aku mengambil GARPU.

 

Perjuangan keras pun berlanjut, hingga kuku ku jadi beneran patah. Duh maaf ya kuku jempol terpaksa harus rusak, karena perjuangan ini yang tiada tara yang tidak masuk dalam perencanaan. Finally, tak lama setelah kuku jempol kanan kesayangan ku patah. Satu per satu namun pasti resleting yang terkunci bisa tercabut, dengan konsekuensi kunci koper tak lagi bisa digunakan.

Tak apalah, setidaknya aku bisa mandi hahahahaha. Seger kan kalo sudah terkena air hangat di badan. Niatan mau mandi, tetapi karena kamar mandi sharing sehingga ya, harus ngantri udah gitu yang mandi suwe tenan coi (bacanya lama bangggeeettttttt) waduh gerah neh, tetapi kamar mandinya cuma itu yang satu-satunya ada air panas.

 

Ya sudah ngelus dada dan menunggu giliran mandi, namanya juga penginapan backpacker jadi ya, barang murah jangan disamakan dengan barang mahal. Sesuai dengan harganya coi.

Waktu pun berlalu dan akhirnya tiba, tiba giliranku untuk mandi. Duh ternyata petugas eh karyawan hotel yang mandi nya lama bingo. Alhasil, aku segera masuk dan shower time, karena memang sengaja mau keramas, jadi tidak perlu mandi ala Asian Style, pakai gayung hahaha.

 

Idih, info itu aku dapat dari beberapa komentar di forum traveling backpacker expert yang berlibur ke asia, tidak hanya Indonesia saja, tetapi beberapa tempat masih menggunakan style seperti itu dan banyak yang “complain” mengenai system mandi nya orang asia, ya memang begitulah keadaannya. Kamu dan aku kan berbeda, budaya mu dan budaya ku juga berbeda, tetapi jangan dikatakan jorok donk, GUE KAGAK TERIMA hahahaha.

 

Namun, mank benar sih. Kagak bisa menyalahkan, karena terkadang toilet dan kamar mandi yang dijumpai tidak bersih. Jadi, ya kembali kepada kesadaran masing-masing. Sebelumnya tentunya mencari kuliner malam terlebih dahulu di lokasi yang terdekat, karena kalau malam Bandung agak sedikit susah mencari angkot. Setelah kenyang pun perut anteng, tidak perlu kuatir untuk soal makanan hampir di setiap pojokan Bandung berseliweran makanan yang pastinya bisa disesuaikan dengan selera, dan budged kita. Perut kenyang, Kelelahan dan rasa puas melihat hasil foto yang didapat, akhirnya terjatuh tertidur. Menanti apa yang akan terjadi besok hari. Besok waktunya check out, sekitar jam 12.00 WIB.

 

RUTE TANGKUBAN PERAHU DAN CIATER

Bila tidak ingin ke Bosscha, karena Bosscha buka untuk umum di hari Sabtu saja!! Dan langsung mau ke Tangkuban Perahu, rutenya adalah:

Dari Terminal ST-Hall ke Terminal LEDENG

Naik angkot Subang-LE (LEDENG) bukan Lembang ya. Tarif 15.000 dari Ledeng ke Gerbang Tangkubanperahu.

Dari Tangkuban Perahu ke Ciater

Bisa naik Subang-LE atau Subang-Ciater, yang mana duluan saja angkot yang terlihat bisa dinaiki, asal bayar. Oh ia, rute tersebut berdasarkan pengalaman jejak cantik tahun 2014. Semoga tidak berubah banyak ya.

 

 



Fill your day with love and step beauty feet



Fun Time it's you......

Artikel Terkait:

Silakan pilih sistem komentar anda

1 komentar untuk Kisah Perjalanan: Tas Koper yang Rusak

You've decided to leave a comment – that's great! Please keep in mind that comments are moderated and please do not use a spammy keyword. Thanks for stopping by! and God bless us! Keep Smile and Lovely Day

  1. Jadi kopernya gimana mba? Masih bisa digunakan 😅?. Kok bisa macet ga kebuka yaaa. Aku belum pernah ngalamin begitu. Yg ada juga, koper ga bisa kebuka, tapi ternyata ketukar Ama temen yg kopernya samaaa hahahahah. Pantes aja paswordnya ga kena 🤭😁

    BalasHapus