Pages

Tuesday, January 28, 2020

Mimpi Jadi Nyata | Seribu Kisah Perjalanan




Jejakcantik.com-Menikmati liburan adalah impian setiap orang. Apalagi menjelajahi bagian Indonesia yang terkenal dengan destinasi wisata. Rasanya ada yang kurang, jika belum menginjakan kaki di beberapa tempat yang terkenal hingga mancanegara. Masa turis asing saja, sudah berkali-kali “mencicipi” keindahan Indonesia. Sedangkan kita, sebagai orang Indonesia masih belum berani beranjak dari zona aman untuk menikmatin liburan dengan alasan biaya yang mahal. Quotes of the day, “Don’t be afraid to try another way to make new step to find paradise. It’s not dream, it can be real. All depend on you!” – Citra Pandiangan.



Jejak cantik pekan lalu bilang mau menceritakan kisah perjalanan di tahun 2014. Nah, hari ini, akhirnya JANJI tersebut aku coba tepati. Mengingat setiap ritme yang telah berlalu. Irama kenangan yang membuat butterfly terbang keluar dengan bebasnya.  KISAH IMPIAN menjadi NYATA. Sejujurnya,  liburan itu tidak perlu biaya mahal. Asalkan mengetahui teknik dan cara untuk mengekspresikan liburan itu sendiri. Seperti jurnal ini akan mengajak kalian untuk meranjak menikmati wisata Indonesia dengan biaya yang diusahakan minim banget, tetapi tidak mengurangi akan kesenangan dari liburan itu sendiri.



Akhirnya, kesempatan untuk menikmati perjalanan singkat kala itu di menjelang berakhirnya tahun 2014 itu menjadi nyata. Pelesiran di Indonesia bisa diwujudkan, hal itu bagi jejak cantik bagaikan  ketiban durian runtuh. Itu hanya metafora saja! Tetapi rasanya benar-benar rezeki yang tidak disangka-sangka, terwujud. Padahal dulu, hanya bisa bermimpi dan berhayal saja. Eh, tahun 2014 malah bisa menjadi NYATA. Senyata aku bersama kamu #eh.  Pikiran ini terbang melayang-layang, bukan tentang keindahan yang bakal aku dapatkan selama 31 Days (Hari) pertualangan. Melainkan karena, aku PEREMPUAN dan HARUS berpergian seorang diri!


Delima itu tiba-tiba datang! Apalagi jejak cantik ini sangat memahami kondisi tubuh yang tidak “normal” seperti yang lain. Sejak kecil, gampang sekali jatuh sakit kalau KELELAHAN berlebihan. Bahkan, tidak terbiasa mengangkat beban berat di tangan. Menuangkan air minum gallon saja, aku TAK BISA! Bisakah, aku membuat impian ini menjadi nyata? Galau gulana menyelimuti diri Jejak Cantik. Padahal, impian itu sudah lama. Masa, harapan sudah didepan mata; hendak dihempas begitu saja! Tanpa mencoba terlebih dahulu. 


Give up, hampir menjadi PILIHAN utamaku. Namun, setelah melewati proses panjang, naik turun untuk dipertimbangkan segala halnya. Akhirnya, mendapat kesimpulan untuk maju terus pantang mundur! Meksipun tahu istilah backpacker, tetapi membayangkan membawa tas ransel besar, berat di pundak! Aku tidak MAMPU. Berpikir dan berpikir, ya sudahlah pakai gaya ala Jejak Cantik saja. Perpaduan ransel dan koper, kenapa TIDAK! Apalagi ini, kali PERTAMA aku mencoba traveling seorang DIRI. Seumur hidup, belum pernah jalan seorang diri. Ini mau menjelajah beberapa tempat di Jawa seorang diri. Mampukah? 

KEPUTUSAN bulat!  Aku akan berpergian dengan menggunakan gayaku, yakni suitcase traveling Citra’s Style. Biar lah  orang hendak berkata apa pun, backpacker koq pakai koper. ANEH TAPI NYATA. Setiap orang kan mempunyai gaya sendiri, ini gayaku, mana gayamu? Asal jangan kebanyakan gaya aja deh. Seperti status teman di BBM beberapa waktu lalu.


Distatusnya dia bilang, kalau aku kaya. Aku mau menggunakan uangku untuk membeli gayamu hahaha. Entah tuh dapat ide dari mana, ada-ada aja. Bahasa orang yang lagi galau gulana, jadi lebih kreatif daripada penyair amatiran sepertiku. (Tuh, masih menggunakan Blackberry di akhir tahun 2014 haha).


Kamu tahu, kenapa aku tidak mau menggunakan tas ransel? Sebab, aku tahu punggung aku ini LEMAH, tidak bisa mengangkat beban berat! Apalagi berdasarkan pengalaman waktu liburan ke Bali tahun 2009; aku hanya membawa tas ransel, begitu pulang harus membawa tas tenteng, Alhasil, aku merasa tidak mampu! Berat banget! Daripada kalah sebelum berperang, mending diantisipasi terlebih dahulu.  Masih teringat jelas, sampai sekarang bagaimana rasanya tuh punggung dan bahu; rasanya nak copot, sangking tidak kuatnya menahan siksaan barang-barang yang ada di dalam tas punggung.

 




 
Baiklah, kasus pertama sudah terselesaikan dengan baik! Kala berpikir mengenai perlengkapan apa yang harus kubawa, aku nyambi dengarin musik yang berjudul don’t wake me up.  Masih dalam kegelapan, alunan musik dan sesekali terdengar suara kaki melangkah dalam kegelapan. Padahal, ini sudah pukul 2 dini hari, anak kos sudah pada TIDUR. Terus, suara langkah kaki siapakah itu seperti berlari? Persoalan lebih berat lagi, lagi-lagi muncul di depan mata. Apakah itu? Nantikan kisah selanjutnya Selasa depan!


The Bottom of Line
Manusia memiliki impian. Meskipun impian itu terasa jauh dan tidak bisa digapai. Jangan pernah menyerah untuk berjuang mewujudkannya. Walau impian itu bagaikan negeri dongeng, berasa mustahil bisa terwujud. Mengukur kemampuan diri dan keuangan. Namun, yakinlah bawasanya TUHAN itu kaya. Dia bisa memberikan apapun yang kita inginkan, melalui cara yang tidak masuk di akal.

Impian menikmati pemandangan alam di Indonesia ini sudah lama. Bahkan, aku pernah pesimis tidak mungkin bisa keluar dari kota kelahiranku. Namun, pada kenyataannya hal itu bisa terjadi. Bahkan, aku juga tidak menyangka bisa KULIAH di luar dari kota yang baru keluarga aku tempati.

Kita tidak pernah tahu bagaimana NASIB yang bisa mengubah kehidupan kita. Asalkan, jangan pernah berhenti untuk BERMIMPI dan mencoba mewujudkannya.



Fill your day with love and step beauty feet



Fun Time it's you......

No comments:

Post a Comment

You've decided to leave a comment – that's great! Please keep in mind that comments are moderated and please do not use a spammy keyword. Thanks for stopping by! and God bless us! Keep Smile and Lovely Day